Blog EntryAku Ingin Pergi ke Dunia LainApr 14, '08 11:07 PM
for everyone

Suatu hari dia duduk didepanku kemudian tiba – tiba dia menangis dan di tengah isak tangisnya dia berkata dengan terbata “Bu aku ingin berhenti sekolah dan aku ingin pergi kedunia lain.” Dia kembali terisak. Untuk beberapa saat aku terdiam dan benar – benar bingung, aku memikirkan apa yang seharusnya kukatakan, aku tahu dia pasti mendapat masalah lagi disekolahnya dan saat ini dia pasti sedang tertekan. Maka kubiarkan dia menumpahkan semua beban hatinya melalui tangisan, aku bertanya pada temannya yang duduk disampingnya, apa yang telah terjadi disekolah. Ternyata dia dimusuhi teman – temannya, seperti biasa dia selalu dijauhi teman2nya.

Setelah tangisnya mulai mereda, aku bertanya padanya “kenapa kau mau berhenti sekolah dan kau mau pergi kemana ?”, dia kemudian menjawab “aku benci sekolahku, aku mau pergi kedunia lain”. “Dunia lain ? bagaimana kau bisa pergi kedunia itu ?” tanyaku lagi. “aku mempunyai kartu yang yang dapat kupergunakan untuk masuk kedunia itu.” Jawabnya. “baiklah, kalau begitu bisakah kau ajak ibu pergi kesana juga ? ibu ingin sekali melihat duniamu”. “Sepertinya sulit membawa ibu keduniaku, tapi akan aku usahakan, aku akan meminta sepupuku untuk membuat kartu masuk untuk ibu.” “Kalau begitu maukah kau menceritakan duniamu pada ibu, siapa saja yang ada diduniamu, apa saja yang terjadi diduniamu, kau bisa menuliskannya pada selembar kertas A4.” Dia sangat antusias sekali mendengar permintaanku, dan dengan semangat dia berkata bahwa besok dia akan menyerahkan hasil tulisannya padaku.

Dan tahukah kawan, apa yang terjadi esok harinya, dia benar benar membawakan tulisannya padaku, bukan satu lembar tapi 15 lembar kertas A4 penuh dengan cerita dan gambar. Dia bahkan mempunyai nama2 hari sendiri, dia punya gambar – gambar senjata yang digunakan pada saat perang melawan musuh – musuhnya, dan didunianya, dia adalah pahlawan, di dunianya dia dicintai banyak orang, didunianya dia memiliki seseorang yang harus dilindunginya.

Aku benar – benar terhenyak, apakah sudah sedemikian memuakkan dunia nyata ini baginya, sehingga membuatnya harus membangun dunianya sendiri.. Aku juga terkadang sulit memahami dirinya, moodnya selalu berubah. Terkadang dia datang dengan sangat bersemangat, terkadang dia datang dengan wajah sedih dan tidak mau diajak berbicara, dan terkadang dia datang dan tiba – tiba berkata “Bu, aku adalah anak rahasia cuaca, aku dapat meramalkan sebentar lagi akan terjadi badai besar di Bandung”, terkadang lagi dia datang sambil berkata “Bu, telah ditemukan jenis buaya baru, namanya Crocodilus hidungbelangus

Dari cerita teman sekelasnya, aku tahu dia sering mendapat penolakan dari lingkungannya, dia dianggap aneh karena cerita – ceritanya dianggap tidak masuk akal, dan perilakunya yang cenderung menarik diri. Dia bahkan sering tidak masuk sekolah tapi anehnya dia sangat rajin datang les. Kata ibunya bahkan disaat hujan sangat lebat dia menangis minta diantar les.

            Dia seorang anak laki – laki kecil, dia duduk di kelas 6 SD dan  pada saat itu aku adalah guru lesnya. Dia sangat unik seunik namanya. Seandainya aku mempunyai lebih banyak waktu untuk membimbingnya, sebenarnya aku ingin mengarahkannya menjadi penulis, karena dia memiliki daya imajinasi yang luar biasa, atau dia bisa jadi ahli di bidang IPA karena dia sangat menyukai buku2 sain. Aku jadi teringat cerita Einstein, dulu Einstein dikeluarkan dari sekolah karena gurunya menganggap Einstein tidak dapat menerima pelajaran disekolah, dan kemudian ibunya lah yang megajarinya di rumah. Dan ternyata kini dunia mengenal Eisntein sebagai salah satu menusia paling cerdas yang pernah hidup dimuka bumi ini.


ridhomr wrote on Apr 15
Kirain anaknya kak, rupanya anak didik toh..
elazhar wrote on Apr 15
nice article.
semoga anak itu menjadi pahlawan dalam dunia yang nyata.
AMIN.
feriyonik wrote on Apr 25
ha ha...katanya, kita kudu berhati-hati dg orang berpengalaman. orang jenis ini menghadapi masalah2 baru dg cara-cara lama. sederhananya untuk kasus ini, subhanallah sang guru tidak langsung menghadapi dg cara umum yg dilakukan. sukses ya..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help